25 Oktober 2026
Diterbitkan oleh Bagian Komunikasi Astra Infra
Komentar (0)

Resta Pendopo KM456: Ruang Bergerak dan Berdampak dalam Inklusivitas

Resta Pendopo KM456: Ruang Bergerak dan Berdampak dalam Inklusivitas

Salatiga, 25 Oktober 2026 – Rest area identik dengan tempat persinggahan sementara bagi pengguna jalan yang tengah melakukan perjalanan. Berupaya menghadirkan nilai tambah bagi masyarakat sekitar, Resta Pendopo KM456 mengusung pengembangan ruang publik yang menghubungkan masyarakat dengan beragam potensi wisata, budaya, dan komunitas, khususnya di area Jawa Tengah dan sekitarnya. Sehingga melalui berbagai inisiatif kolaborasi, tercipta pengalaman beristirahat pengguna jalan yang bermakna, sekaligus memberikan kesempatan terciptanya kehidupan yang inklusif.

“Semangat sinergi menjadi landasan utama Resta Pendopo KM456 dalam menghadirkan ruang kebersamaan yang mempertemukan berbagai komunitas, kreativitas, dan potensi lokal. Melalui beragam inisiatif yang dikembangkan, kami berharap Resta Pendopo KM456 dapat terus menjadi wadah untuk mengapresiasi kekayaan alam dan budaya Jawa Tengah, menumbuhkan kepedulian terhadap sesama, serta merayakan keberagaman dalam semangat inklusivitas.” ujar Daisy Setiawan, Presiden Direktur Resta Pendopo KM456.

Ruang untuk Bergerak dan Mengenal Potensi Lokal

Berlari di tengah lanskap alam yang menawan, mengenali budaya dan kearifan lokal Jawa Tengah menjadi pengalaman yang kembali dihadirkan melalui Resta Friendship Trail Run (RFTR) 2026 untuk ketiga kalinya pada Minggu, 25 Oktober 2026. Diikuti oleh lebih dari 300 peserta, RFTR tahun ini menghadirkan beragam keseruan lain untuk memberikan pengalaman yang semakin berkesan bagi para peserta. Salah satunya yaitu dalam kategori jarak tempuh yang menjadi 7K dan 15K, memberikan pilihan rute bagi peserta untuk menikmati pengalaman berlari lintas-alam yang lebih menantang. Selain itu, penggunaan Body Identification Number (BIB Number) kali ini telah dilengkapi dengan fitur pencatatan waktu serta membantu pemantauan posisi pelari selama kegiatan berlangsung untuk meningkatkan rasa aman dan nyaman bagi para pelari.

Pembukaan acara secara resmi dihadiri oleh Group CEO Astra Infra, Firman Yosafat Siregar, Group CFO Astra Infra, Halim Wahjana, Komisaris Resta Pendopo KM456, Michael R. Atmoko, Presiden Direktur Resta Pendopo KM456, Daisy Setiawan, serta Direktur Resta Pendopo KM456, David Harlo Herdi. Para perwakilan manajemen turut mengibarkan bendera flag-off sebagai tanda dimulainya kegiatan.

Rute RFTR 2026 dimulai dan berakhir di Resta Pendopo KM456, melintasi sejumlah dusun di sekitarnya, antara lain Tembelangan, Kalangan, Baok, Karang, Ujung-Ujung, Brangkongan, Tlogotani, Ploso, Gading, dan Mukus. Sepanjang rute, peserta disuguhi pemandangan alam yang memukau, mulai dari hamparan persawahan, hutan karet, kawasan pedesaan, serta sungai alami dengan latar belakang jalan tol. Pengalaman tersebut memberikan kesempatan bagi peserta untuk menikmati keindahan alam, sekaligus menikmati sajian hidangan lokal yang memperkenalkan kekayaan daerah sekaligus membuka peluang bagi pelaku usaha setempat. Selain itu, sebagai salah satu bentuk apresiasi, peserta diajak turut serta dalam sticker hunting challenge, untuk berkesempatan mendapatkan merchandise spesial dari Resta Sae.

Salah satu peserta kategori 15K, Ahmad Syauqi F. asal Sukoharjo, Solo, mengungkapkan bahwa RFTR 2026 menghadirkan pengalaman berlari yang berkesan. Rute yang menantang, dipadukan dengan pemandangan yang menawan, memberikan pengalaman berbeda dari kegiatan lari pada umumnya. Sementara itu, Cynara Winarno, peserta kategori 7K, merasakan pengalaman yang menyenangkan melalui keikutsertaannya dalam kegiatan ini. Semangat kebersamaan semakin terasa melalui berbagai aktivitas lainnya, menjadikan RFTR 2026 bukan sekadar ajang olahraga, tetapi juga ruang untuk merayakan kebersamaan dan keberagaman.

Ruang untuk Berkarya dan Merayakan Keberagaman

Dalam semangat memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat, Resta Pendopo KM456 turut menghadirkan Ruang Temoe, sebuah ruang sosial inklusif yang menjadi wadah bagi pelaku ekonomi kreatif difabel dan neurodivergent, mitra, serta masyarakat untuk saling terhubung dan berkolaborasi. Terdapat beberapa mitra yang tergabung dalam inisiatif ini, yaitu Dewijaya Care, Puka, Filoksenia Foundation, Cemara Paper, Billa Creations, dan Athaya Arts yang menghadirkan beragam produk seperti body care, kerajinan tangan, aksesori, fesyen, hingga produk kreatif ramah lingkungan. Keterlibatan para mitra ini tidak hanya merepresentasikan kreativitas dan kualitas produk, tetapi juga mencerminkan semangat pemberdayaan, kemandirian, dan ruang berekspresi bagi setiap individu untuk terus berkarya dan berkembang.

Bertepatan dengan penyelenggaraan RFTR 2026, Ruang Temoe juga berkolaborasi dengan Filoksenia Foundation sebuah komunitas yang memberdayakan talenta seni dan desain grafis dari seniman neurodivergent yang juga merupakan bagian dari Ruang Temoe, Resta Pendopo KM456 menghadirkan pengalaman pouch painting workshop bersama dengan para pengunjung.

Sebanyak lebih dari 100 Sahabat Ruang Temoe mengikuti pouch painting bersama para seniman Filoksenia. Pengunjung juga berkesempatan untuk memberikan pesan semangat pada papan karya kolaboratif yang saling berpadu dan melengkapi karya seniman Filoksenia sebagai salah satu simbol kebersamaan dan dukungan dalam menciptakan ruang yang lebih inklusif.

Berbagai inisiatif ini menjadi komitmen Resta Pendopo KM456 dalam menghadirkan kesempatan bagi masyarakat untuk mengenal komunitas inklusif melalui pengalaman yang menyenangkan. Lebih dari sekadar menyalurkan kreativitas, kegiatan ini menjadi ruang untuk berinteraksi, mengapresiasi keberagaman, dan membangun hubungan yang lebih terbuka dan setara.

Tidak hanya berkolaborasi dalam aktivitas kreatif, pemberdayaan komunitas inklusif juga diwujudkan melalui layanan relaksasi oleh Persatuan Tuna Netra Indonesia (Pertuni) Kabupaten Semarang dan fisioterapi yang diberikan oleh Ikatan Fisioterapi Indonesia dalam kegiatan RFTR 2026. Program kolaborasi inklusi sosial ini menjadi wujud nyata aksi sosial berkelanjutan pada difabel netra di area jalan Tol Semarang-Solo oleh PT Trans Marga Jateng dan Resta Pendopo KM456.

Keberhasilan acara RFTR 2026 tidak lepas dari dukungan kolaborasi dari berbagai pihak, di antaranya yaitu Astra Infra, PT Trans Marga Jateng, PT Astra Agro Lestari, Sekulan RBT, PT Marga Lingkar Jakarta, Astra Infra Toll Road Cikopo-Palimanan, Astra Infra Toll Road Jombang-Mojokerto, Astra Infra Solutions, PT United Tractors Tbk, FIF Group, PT Toyota Astra Motor, KPP Mining, PT Jasa Marga Surabaya Mojokerto, Bumi Inti Persada Raya, Amazon Karya Elok Daya Mandiri, H!PACE Production, serta perlindungan jiwa dari Astra Life.

Komentar (0)

Komentar (0)